PAHLAWAN DI HARI SENJA
PAHLAWAN DI HARI SENJA
Siang Tadi Baru saja hujan mengguyur daerah Jember dan sekitarnya.Masih bau tanah terasa, kami duduk manis nyaman berada dalam mobil untuk ke kantor cabang antar paketan.
Hari yang kami sambut dengan senyuman pastinya,bergegas karena hujan dan sesampainya di tempat cabang paketan turun dari mobil aku ditawari sapu lidi oleh ibu ibu yang mungkin sudah sangat tua dan ditemani oleh sang suami mereka beristirahat di samping kantor cabang tempat saya antar paketan.
Tak lama setelah saya proses paketan yang saya kirim.
Suamiku : Bu ga beli sapu lidi ?
Aku : Iya Mau, (dengan keberanian setelah penawaran pertama si ibu tadi aku tolak karena aku terburu buru )
Sambil membuka pintu mobil turun lah aku dari mobil dan menghampiri mereka.
Aku :Pak Bu Berapaan sapu lidinya ?
Bapak penjual : 5000 mba dengan terbata bata sesekali meihat wajahku.
Aku : aku beli 5 ya pak.
Kemudian terjadi lah obrolan kecil aku dan mereka, bapak tadi sekitaran usia 65 tahun dan bersama si ibu yang sesekali melap keringatnya, aku tanya asal mereka dari mana dan tinggal dimana. Yang ada dalam bayanganku adalah seusia mereka masih berjualan sepasang suami istri dengan hanya menggunakan kaki mereka, mereka berjalan puluhan km dari rumah mereka hanya untuk menjual sapu lidi.
Oh Allah mereka saja seperti tak tampak mengeluh, kenapa aku yang dikasih banyak kemudahan sering sekali mengeluh, tak pantas rasanya tak mensyukuri nikmat ini.
Di AKhir aku akhiri obrolan bersama mereka tanpa aku merendahkan usaha mereka, aku hanya alasan membeli sapu lidi sebanyak 5 buah, aku hanya ingin sedikit berbagi rezeki yang aku punya saat ini mesk tidak banyak setidaknya aku memberikan hak yang memang sebagian dr rezeki ku adalah hak orang orang yang tidak mampu.
Pelajaran berharga yang Allah tampak kan didepan mataku, bahwa kita dijaman era modern ini maunya serba instant, kita cenderung mengarapkan rezeki instan, sehat instan bahkan waktu instan.Padahal hidup tidak semudah itu.
Ketika saatnya kita punya biaya untuk melakukan banyak hal mungkin saat itu waktu sudah sulit didapati.
Hari ini aku menyebut mereka Pahlawan DI Hari Senja aku bangga pada mereka yang tidak muda lagi masih mau berusaha karena bagi mereka tangan diatas jauh lebih baik dari pada tangan dibawah.
Semoga Allah memberikan kehidupan yang layak di kelak kemudian hari.
Aminn Ya Robbal Allamiin.
Jember, 10 November 2016
Hanya 1 foto yang mewakili
Siang Tadi Baru saja hujan mengguyur daerah Jember dan sekitarnya.Masih bau tanah terasa, kami duduk manis nyaman berada dalam mobil untuk ke kantor cabang antar paketan.
Hari yang kami sambut dengan senyuman pastinya,bergegas karena hujan dan sesampainya di tempat cabang paketan turun dari mobil aku ditawari sapu lidi oleh ibu ibu yang mungkin sudah sangat tua dan ditemani oleh sang suami mereka beristirahat di samping kantor cabang tempat saya antar paketan.
Tak lama setelah saya proses paketan yang saya kirim.
Suamiku : Bu ga beli sapu lidi ?
Aku : Iya Mau, (dengan keberanian setelah penawaran pertama si ibu tadi aku tolak karena aku terburu buru )
Sambil membuka pintu mobil turun lah aku dari mobil dan menghampiri mereka.
Aku :Pak Bu Berapaan sapu lidinya ?
Bapak penjual : 5000 mba dengan terbata bata sesekali meihat wajahku.
Aku : aku beli 5 ya pak.
Kemudian terjadi lah obrolan kecil aku dan mereka, bapak tadi sekitaran usia 65 tahun dan bersama si ibu yang sesekali melap keringatnya, aku tanya asal mereka dari mana dan tinggal dimana. Yang ada dalam bayanganku adalah seusia mereka masih berjualan sepasang suami istri dengan hanya menggunakan kaki mereka, mereka berjalan puluhan km dari rumah mereka hanya untuk menjual sapu lidi.
Oh Allah mereka saja seperti tak tampak mengeluh, kenapa aku yang dikasih banyak kemudahan sering sekali mengeluh, tak pantas rasanya tak mensyukuri nikmat ini.
Di AKhir aku akhiri obrolan bersama mereka tanpa aku merendahkan usaha mereka, aku hanya alasan membeli sapu lidi sebanyak 5 buah, aku hanya ingin sedikit berbagi rezeki yang aku punya saat ini mesk tidak banyak setidaknya aku memberikan hak yang memang sebagian dr rezeki ku adalah hak orang orang yang tidak mampu.
Pelajaran berharga yang Allah tampak kan didepan mataku, bahwa kita dijaman era modern ini maunya serba instant, kita cenderung mengarapkan rezeki instan, sehat instan bahkan waktu instan.Padahal hidup tidak semudah itu.
Ketika saatnya kita punya biaya untuk melakukan banyak hal mungkin saat itu waktu sudah sulit didapati.
Hari ini aku menyebut mereka Pahlawan DI Hari Senja aku bangga pada mereka yang tidak muda lagi masih mau berusaha karena bagi mereka tangan diatas jauh lebih baik dari pada tangan dibawah.
Semoga Allah memberikan kehidupan yang layak di kelak kemudian hari.
Aminn Ya Robbal Allamiin.
Jember, 10 November 2016
Hanya 1 foto yang mewakili

bagus tulisanya
BalasHapus